Cara
Pemakaian Pemanis Buatan (Sweetener ) Yang Disarankan (2)
Pemanis
buatan (sweetener) yang memakai bahan Sukralosa
telah dikenal sejak tahun1976, dan memiliki tingkat kemanisan 600 kali gula. Efeknya, sedikit saja digunakan, rasa manisnya
akan terasa. Berbeda dengan pemanis buatan yang memakai bahan mengandung sakarin dan aspartam yang juga banyak digunakan sebagai pemanis, pemakaian
bahan sukralosa tidak menimbulkan
sensasi pahit saat dikonsumsi maupun
saat dipanaskan dengan suhu tinggi.
Dosis Pemakaian Pemanis Buatan Yang Perlu Diperhatikan
Dosis Pemakaian Pemanis Buatan Yang Perlu Diperhatikan
1. Dosis untuk
mengkonsumsi atau memakai pemanis buatan berbahan aspartam yakni 50 mg/kg berat badan/hari.
2. Dosis untuk
mengkonsumsi atau memakai pemanis buatan berbahan sukralosa, berdasarkan United States Food and Drug Administration
(FDA) disebutkan bahwa dosis yang diizinkan adalah 5 mg/kg berat badan/hari.
3. Sedangkan, dosis
untuk mengkonsumsi atau memakai pemanis buatan berbahan sukralosa, dengan asumsi
bahwa berat badan rata-rata orang dewasa adalah 50 kg, sehingga Acceptable Daily Intake (ADI) sukralosa
menurut FDA adalah 5 mg dikali 50 kg,
yaitu 250 mg atau 0,25 gram per hari.
Sedangkan menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, ADI sukralosa yang diizinkan 0-15 mg/kg berat badan. Asumsinya, jika berat badan rata-rata orang dewasa adalah 50 kg, maka ADI maksimal sukralosa menurut BPOM adalah 15 mg dikali 50 gram, yaitu 750 mg atau 0,75 gram per hari.
Sedangkan menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, ADI sukralosa yang diizinkan 0-15 mg/kg berat badan. Asumsinya, jika berat badan rata-rata orang dewasa adalah 50 kg, maka ADI maksimal sukralosa menurut BPOM adalah 15 mg dikali 50 gram, yaitu 750 mg atau 0,75 gram per hari.
Dapat
disimpulkan, apabila Anda ingin menggunakan pemanis buatan, sebaiknya pilihlah
yang memiliki nol kalori dan indeks glikemik rendah karena tidak akan membuat
gula darah melonjak. Dengan demikian cocok untuk pasien diabetes.
No comments:
Post a Comment